Perawatan Gigi pada Balita agar Tidak Rusak dan Cepat Berlubang
Gigi susu balita rentan mengalami kerusakan, termasuk gigi berlubang, jika tidak dirawat dengan benar. Meski gigi susu nantinya akan tanggal, kesehatan gigi sejak dini sangat penting untuk pertumbuhan gigi permanen dan kebiasaan menjaga kebersihan mulut anak. Lalu, bagaimana cara merawat gigi balita agar tidak cepat berlubang dan rusak? Simak tips praktis dari dokter gigi anak berikut ini!
Mengapa Gigi Balita Rentan Berlubang?
Gigi susu memiliki lapisan enamel yang lebih tipis dibanding gigi permanen, sehingga lebih mudah terkikis oleh asam dari sisa makanan atau bakteri. Faktor lain yang meningkatkan risiko gigi berlubang pada balita:
1. Kebiasaan Minum Susu Botol Saat Tidur: Gula dalam susu menempel di gigi sepanjang malam, memicu pertumbuhan bakteri penyebab lubang.
2. Kurangnya Kebersihan Mulut: Balita belum bisa menyikat gigi sendiri secara efektif, sehingga plak menumpuk.
3. Konsumsi Makanan Manis Berlebihan: Permen, cokelat, atau minuman kemasan tinggi gula mempercepat kerusakan gigi.
4. Kurang Asupan Fluoride: Fluoride membantu memperkuat enamel gigi, tetapi banyak orang tua menghindari pasta gigi berfluoride untuk balita.
Jika dibiarkan, gigi berlubang pada balita bisa menyebabkan infeksi, nyeri, hingga gangguan makan dan bicara.
Langkah Perawatan Gigi Balita agar Tidak Berlubang
1. Mulai Bersihkan Mulut Sejak Bayi
Sebelum gigi tumbuh, bersihkan gusi bayi dengan kain lembut atau kasa basah setelah menyusu. Saat gigi pertama muncul (biasanya usia 6–12 bulan), gunakan sikat gigi bayi berbulu lembut dan pasta gigi seukuran butiran beras, hal ini juga bermanfaat membersihkan mulut menghindari infeksi jamur pada rongga mulut anak.
2. Batasi Konsumsi Gula dan Susu Botol
Hindari memberi susu botol atau jus saat anak tidur. Ganti dengan air putih. Kurangi camilan manis seperti biskuit, permen, atau minuman kemasan. Pilih buah segar atau keju sebagai alternatif. perlu anda ketahui usia balita hingga anak gigi mudah sekali mengalami rentan karies(baby botttle caries).
3. Ajarkan Sikat Gigi 2 Kali Sehari
Sikat gigi balita pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Gunakan pasta gigi berfluoride dengan takaran sesuai usia:
- Usia <3 tahun: Sebesar biji beras.
- Usia 3–6 tahun: Sebesar kacang polong.
- Pastikan anak tidak menelan pasta gigi.
4. Hindari Kebiasaan yang Merusak Gigi
Jangan biarkan balita menggunakan dot atau empeng terlalu lama, terutama jika dicelupkan ke madu atau gula. Ajari anak untuk tidak menggigit benda keras (seperti mainan atau pensil).
5. Rutin Periksa ke Dokter Gigi Anak
Kunjungan pertama ke dokter gigi sebaiknya dilakukan saat gigi pertama muncul atau maksimal usia 1 tahun. Pemeriksaan rutin setiap 6 bulan membantu deteksi dini masalah gigi berlubang.
6. Terapkan Diet Sehat untuk Gigi Kuat
Beri makanan kaya kalsium (susu, yoghurt, keju) dan vitamin D (ikan, telur) untuk memperkuat enamel gigi. Batasi makanan lengket seperti kismis atau permen yang menempel di sela gigi.
7. Gunakan Fluoride Tambahan Jika Diperlukan
Dokter gigi mungkin merekomendasikan aplikasi fluoride topikal atau suplemen untuk mencegah lubang, terutama jika risiko karies tinggi.
Tanda Gigi Balita Mulai Berlubang
- Orang tua perlu waspada jika muncul gejala berikut:
- Bintik putih atau kecokelatan di permukaan gigi (tahap awal lubang).
- Nyeri saat makan/minum dingin atau manis.
- Gigi terlihat berlubang hitam.
- Bau mulut tidak sedap meski sudah sikat gigi.
- Pembengkakan atau gusi merah.
Jika menemukan tanda-tanda diatas, segera bawa anak ke dokter gigi untuk penanganan lebih lanjut.
Prosedur Perawatan Gigi Berlubang pada Balita
Fluoride Treatment: Mengaplikasikan fluoride konsentrasi tinggi untuk memperbaiki enamel yang mulai rusak. Tapi ingat kadar flouride yang tinggi justru akan menyebabkan dental flourosis oleh karena itu konsultasikan ke dokter terlebih dahulu kadar flour yang dibutuhkan anak anda.
Tambal Gigi: Membersihkan lubang dan menambal dengan bahan khusus anak-anak (seperti resin komposit).
Crown Gigi: Jika kerusakan parah, gigi mungkin perlu ditutup dengan mahkota stainless steel.
Cabut Gigi : Dilakukan jika gigi sudah tidak bisa diselamatkan dan berisiko infeksi.
FAQ Perawatan Gigi Balita
Q: Apakah pasta gigi berfluoride aman untuk balita?
A: Ya, selama digunakan dalam takaran tepat. Fluoride penting untuk mencegah gigi berlubang.
Q: Bagaimana jika anak tidak mau sikat gigi?
A: Buat kegiatan menyikat gigi jadi menyenangkan, seperti menggunakan sikat gigi karakter favorit atau bernyanyi bersama.
Q: Bolehkah bayi pakai empeng?
A: Boleh, tetapi pilih empeng ortodontik dan hindari kebiasaan mengisap empeng hingga usia di atas 2 tahun.
Q: Kapan gigi susu harus ditambal?
A: Segera setelah terdeteksi lubang, karena kerusakan bisa menyebar ke gigi lain dan memengaruhi gigi permanen.
Merawat gigi balita agar tidak cepat berlubang dan rusak memerlukan komitmen orang tua dalam menjaga kebersihan mulut, membatasi gula, dan rutin memeriksakan gigi ke dokter. Ingat, gigi susu yang sehat adalah fondasi untuk gigi permanen yang kuat! Mulailah perawatan sedini mungkin demi senyuman ceria si kecil.
Artikel ini merujuk pada rekomendasi American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) dan konsultasi dengan praktisi dokter gigi anak. Selalu konsultasikan masalah gigi si kecil ke profesional dokter gigi terdekat di kota anda untuk penanganan tepat!