Baca 100+ Artikel Masalah Gigi Dan Perawatan Gigi

Kami Sudah Merilis Lebih 100+ Artikel Seputar Masalah Gigi dan Perawatan Gigi yang sering ditanyakan pasien sebagai konsumen.Jika Anda tertarik membaca artikel perawatan gigi dan Kesehatan rongga mulut, Anda dapat menekan tombol pelajari selengkapnya di bawah ini untuk mengetahui informasi lebih lanjut, atau buat janji temu.

Hero Section

Tonton Video Edukasi Kesehatan Gigi Dan Konsultasi Dokter Gigi ⬇️

Alasan kenapa sisa akar gigi harus dicabut, apalagi sebelum membuat gigi palsu ?
Apakah Bisa Membersihkan Karang Gigi Sendiri Di Rumah ?
Cabut Gigi Atas Bisa Bikin Buta, Simak Selengkapnya!
Akibat Karang Gigi Terlalu Banyak, Gigi Jadi Goyang
Hubungan Penyakit Sistemik Dengan Kesehatan Gigi dan Rongga Mulut

Benjolan pada Gusi Saat Hamil, Apakah Berbahaya

Perubahan hormon selama kehamilan seringkali memicu masalah kesehatan mulut, termasuk munculnya benjolan pada gusi atau epulis gravidarum. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan ketidaknyamanan, seperti nyeri atau gusi berdarah. Apakah benjolan ini berisiko pada kehamilan? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya!  


Apa Itu Epulis Gravidarum?  

Epulis gravidarum adalah pertumbuhan jaringan lunak (tumor jinak) pada gusi yang terjadi akibat peningkatan hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan. Benjolan ini biasanya:  

Epulis Gravidarum


- Berwarna merah atau keunguan.  

- Muncul di area gusi antara gigi (biasanya rahang atas).  

- Ukurannya bervariasi, mulai dari beberapa milimeter hingga 2 cm.  

- Terasa lunak dan mudah berdarah saat tersentuh.  


Epulis gravidarum sering muncul di trimester kedua atau ketiga dan bisa hilang sendiri setelah melahirkan. Namun, pada beberapa kasus, diperlukan penanganan medis.  




Penyebab Benjolan pada Gusi Saat Hamil  


1. Perubahan Hormon: Lonjakan hormon estrogen dan progesteron meningkatkan aliran darah ke gusi, memicu pertumbuhan jaringan berlebih.  

2. Iritasi Lokal: Plak gigi, karang, atau gigi yang tajam dapat memperparah peradangan gusi.  

3. Respons Imun Tubuh: Beberapa ibu hamil lebih sensitif terhadap bakteri mulut, sehingga gusi mudah bengkak.  



Gejala Epulis Gravidarum  

- Benjolan merah di gusi yang tidak sakit, kecuali jika terinfeksi.  

- Gusi berdarah saat menyikat gigi atau makan.  

- Kesulitan mengunyah jika benjolan besar.  

- Bau mulut akibat penumpukan sisa makanan di sekitar benjolan.  



Apakah Epulis Gravidarum Berbahaya untuk Janin?  

Epulis gravidarum tidak membahayakan janin karena bersifat jinak dan tidak menyebar. Namun, benjolan yang terlalu besar atau terinfeksi bisa menyebabkan komplikasi seperti:  


- Nyeri berkepanjangan yang mengganggu asupan nutrisi ibu.  

- Peradangan gusi parah (gingivitis kehamilan).  

- Risiko persalinan prematur jika infeksi tidak terkontrol (sangat jarang).  



Cara Mengatasi Benjolan pada Gusi Saat Hamil  


1. Jaga Kebersihan Mulut:  

   - Sikat gigi 2x sehari dengan sikat berbulu lembut.  

   - Gunakan obat kumur tanpa alkohol untuk mengurangi bakteri.  

   - Bersihkan sela gigi dengan benang gigi (dental floss).  


2. Kompres Dingin:  

   Tempelkan kompres es yang dibungkus kain ke area bengkak untuk mengurangi peradangan.  


3. Hindari Iritasi:  

   Kurangi makanan keras, pedas, atau asam yang bisa melukai gusi.  


4. Kunjungi Dokter Gigi:  

   Dokter akan membersihkan karang gigi atau meresepkan obat kumur antiseptik yang aman untuk ibu hamil. Jika benjolan mengganggu, tindakan bedah kecil (eksisi) bisa dilakukan, tetapi biasanya ditunda hingga setelah melahirkan.  



Cara Mencegah Epulis Gravidarum  


- Kontrol Plak Gigi: Rajin sikat gigi dan lakukan scaling rutin sebelum hamil atau selama kehamilan.  

- Periksa Gigi Sebelum Hamil: Pastikan tidak ada gigi berlubang atau karang yang memicu iritasi.  

- Konsumsi Vitamin C: Tingkatkan daya tahan tubuh dengan buah jeruk, stroberi, atau suplemen yang direkomendasikan dokter.  




Kapan Harus ke Dokter?  


Segera konsultasi jika:  

- Benjolan membesar dengan cepat atau berdarah terus-menerus.  

- Muncul demam, nanah, atau nyeri hebat.  

- Ibu hamil kesulitan makan atau minum.  




FAQ (Pertanyaan Umum)  


Q: Apakah epulis gravidarum bisa kambuh setelah melahirkan?  

A: Umumnya benjolan akan mengecil atau hilang sendiri setelah hormon stabil. Kekambuhan jarang terjadi.  


Q: Bolehkah ibu hamil menjalani operasi pengangkatan epulis?  

A: Bisa dilakukan jika sangat mengganggu, tetapi dokter biasanya menunda hingga setelah melahirkan untuk menghindari risiko anestesi.  


Q: Apakah epulis gravidarum sama dengan kanker gusi?  

A: Tidak! Epulis bersifat jinak dan tidak berubah menjadi kanker.  



Benjolan pada gusi saat hamil (epulis gravidarum) umumnya tidak berbahaya, tetapi perlu diwaspadai jika menyebabkan nyeri atau infeksi. Ibu hamil disarankan menjaga kebersihan mulut, kontrol rutin ke dokter gigi, dan menghindari faktor pemicu iritasi. Dengan penanganan tepat, kesehatan ibu dan janin tetap terjaga hingga persalinan!  Konsultasikan selalu dengan dokter kandungan dan dokter gigi terdekat di kota anda apabila anda menderita epulis gravidarum untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, ibu hamil tak perlu panik dan bisa menjaga kesehatan mulut dengan lebih optimal! 😊

Baca Juga
Bagikan melalui media sosial
Atau
Bagikan dengan tautan