Baca 100+ Artikel Masalah Gigi Dan Perawatan Gigi

Kami Sudah Merilis Lebih 100+ Artikel Seputar Masalah Gigi dan Perawatan Gigi yang sering ditanyakan pasien sebagai konsumen.Jika Anda tertarik membaca artikel perawatan gigi dan Kesehatan rongga mulut, Anda dapat menekan tombol pelajari selengkapnya di bawah ini untuk mengetahui informasi lebih lanjut, atau buat janji temu.

Hero Section

Tonton Video Edukasi Kesehatan Gigi Dan Konsultasi Dokter Gigi ⬇️

Alasan kenapa sisa akar gigi harus dicabut, apalagi sebelum membuat gigi palsu ?
Apakah Bisa Membersihkan Karang Gigi Sendiri Di Rumah ?
Cabut Gigi Atas Bisa Bikin Buta, Simak Selengkapnya!
Akibat Karang Gigi Terlalu Banyak, Gigi Jadi Goyang
Hubungan Penyakit Sistemik Dengan Kesehatan Gigi dan Rongga Mulut

Bahaya Pasang Gigi Palsu Sembarangan

Pertimbangan Memasang gigi palsu sering menjadi solusi bagi orang yang kehilangan gigi akibat kerusakan, usia, atau kecelakaan. Namun, banyak yang tergoda untuk memasangnya secara sembarangan di tukang gigi ilegal atau layanan non-medis demi harga murah. Padahal, praktik ini menyimpan bahaya serius bagi kesehatan mulut dan tubuh. Simak penjelasan lengkap mengapa pemasangan gigi palsu harus dilakukan oleh dokter gigi profesional!

Bahaya Pasang Gigi Palsu Sembarangan



Mengapa Orang Memasang Gigi Palsu di Tempat Sembarangan?  


Sebelum memahami risikonya, ketahui alasan umum orang memilih layanan non-profesional:  


1. Biaya Lebih Murah: Harga gigi palsu di tukang gigi ilegal bisa 3-5 kali lebih murah dibanding di klinik dokter.  

2. Proses Cepat: Tanpa pemeriksaan medis, pemasangan sering dilakukan hanya dalam 1-2 hari.  

3. Kurangnya Kesadaran: Banyak orang tidak paham bahwa gigi palsu adalah alat medis yang memerlukan presisi dan sterilitas.  


Meski terlihat menguntungkan, praktik ini justru mengundang masalah jangka panjang yang lebih mahal dan berbahaya.  



Berikut Bahaya Memasang Gigi Palsu Sembarangan  


Berikut Bahaya Memasang Gigi Palsu tukang gigi



#1. Infeksi dan Peradangan Gusi  

Gigi palsu yang tidak steril atau tidak sesuai bentuk rahang bisa melukai gusi dan jaringan mulut. Luka ini menjadi pintu masuk bakteri penyebab infeksi, seperti sariawan parah, abses gusi, hingga sepsis (keracunan darah).  


#2. Kerusakan Gigi Asli yang Masih Sehat  

Gigi palsu yang dipasang sembarangan seringkali "menjepit" gigi asli yang digunakan sebagai penyangga. Tekanan berlebihan dapat merusak enamel, memicu gigi goyang, atau bahkan patah.  


#3. Gangguan Sendi Rahang (TMJ Disorder)  

Gigi palsu yang tidak seimbang akan mengubah cara mengunyah dan menggeser posisi rahang. Akibatnya, muncul nyeri kronis di sendi rahang, sakit kepala, hingga kesulitan membuka mulut.  


#4. Alergi dan Keracunan Bahan Berbahaya  

Tukang gigi ilegal sering menggunakan bahan murah seperti akrilik berkualitas rendah atau logam campuran yang mengandung timbal atau merkuri. Bahan ini bisa memicu alergi, iritasi mulut, atau keracunan sistemik.  


#5. Masalah Pencernaan dan Malnutrisi  

Gigi palsu yang tidak nyaman membuat penggunanya kesulitan mengunyah makanan dengan benar. Dalam jangka panjang, ini menyebabkan gangguan pencernaan dan tubuh kekurangan nutrisi penting.  



Komplikasi yang Sering Terjadi Setelah Pasang Gigi Palsu Ilegal  


- Lepuh dan Luka di Mulut: Ukuran gigi palsu yang tidak pas menggesek bibir, lidah, atau pipi bagian dalam.  

- Bau Mulut Tak Sedap (Halitosis): Sisa makanan mudah terselip di celah gigi palsu dan sulit dibersihkan, memicu pertumbuhan bakteri.  

- Gigi Palsu Cepat Rusak: Bahan rendah kualitas mudah retak atau berubah warna hanya dalam hitungan bulan.  

- Perubahan Struktur Wajah: Gigi palsu yang terlalu pendek atau panjang membuat wajah terlihat lebih tua atau asimetris.  



Bagaimana Proses Pemasangan Gigi Palsu yang Aman oleh Dokter Gigi?  


Agar terhindar dari risiko di atas, berikut tahapan profesional yang harus dilakukan:  


1. Pemeriksaan Kondisi Mulut: Dokter akan mengecek kesehatan gusi, gigi penyangga, dan struktur rahang.  

2. Pencetakan Gigi (Dental Impression): Cetakan rahang dibuat untuk memastikan gigi palsu presisi sesuai bentuk mulut pasien.  

3. Pemilihan Bahan Berkualitas: Bahan seperti akrilik medis, porselen, atau logam hypoallergenic digunakan untuk meminimalkan iritasi.  

4. Uji Coba dan Penyesuaian: Gigi palsu dipastikan nyaman, tidak longgar, dan tidak mengganggu fungsi bicara atau mengunyah.  

5. Edukasi Perawatan: Dokter memberikan instruksi cara membersihkan dan menyimpan gigi palsu agar awet.  




Tips Memilih Jasa Pemasangan Gigi Palsu yang Aman  


  •  Pastikan klinik atau dokter memiliki izin resmi (STR) dari Konsil Kedokteran Indonesia.  
  • Hindari tempat yang menawarkan harga terlalu murah tanpa penjelasan bahan.  
  • Baca testimoni pasien sebelumnya terkait kenyamanan dan daya tahan gigi palsu.  
  • Tanyakan garansi atau layanan perbaikan jika gigi palsu rusak.  



FAQ Seputar Pemasangan Gigi Palsu  


Q: Apakah gigi palsu di tukang gigi bisa diperbaiki jika tidak nyaman?  

A: Sulit, karena bahan dan teknik pembuatannya tidak standar. Lebih baik konsultasi ke dokter gigi untuk pemasangan ulang.  


Q: Berapa biaya pasang gigi palsu di dokter gigi?  

A: Harga bervariasi, mulai dari Rp1,5 juta (gigi palsu lepasan akrilik) hingga Rp10 juta (gigi palsu permanen berbasis implan).  


Q: Apakah gigi palsu ilegal bisa menyebabkan kanker mulut?  

A: Bahan beracun dan gesekan kronis pada jaringan mulut dapat meningkatkan risiko iritasi yang berpotensi memicu lesi pra-kanker.  


Memasang gigi palsu sembarangan bukan hanya merugikan finansial, tetapi juga mengancam kesehatan mulut dan tubuh secara keseluruhan. Selalu prioritaskan keselamatan dengan memilih dokter gigi profesional yang menggunakan bahan aman dan metode steril. Ingat,Jangan tunda untuk konsultasi ke dokter gigi terdekat di lokasi anda!  gigi palsu adalah investasi jangka panjang untuk kenyamanan dan penampilan Anda!  Jangan biarkan harga murah merusak senyum dan kesehatan Anda. Pilih layanan dental terpercaya untuk hasil yang aman dan tahan lama!Waspada bahaya pasang gigi palsu sembarangan! Bisa picu infeksi, kerusakan gigi asli, hingga gangguan rahang. 


Baca Juga
Bagikan melalui media sosial
Atau
Bagikan dengan tautan